Showing: 1 - 10 of 11 RESULTS
Prose

[Dongeng] Wanita & Mantel Tebalnya

Pada suatu hari, hiduplah seorang wanita tua dengan rambutnya yang berwarna abu-abu di tengah hutan yang rindang. Dia wanita yang kuat, tidak takut kesepian atau pun binatang buas. Dalam kesendiriannya, ia jadi lebih tau bagaimana berbicara dan menjinakkan alam semesta agar semua jatuh suka rela dalam pelukannya. Rumahnya tua namun dindingnya kuat dan bangunannya kokoh …

Prose

Jangan Main-main, Sudah Sana Pulang!

Jangan main-main Sudah sana kamu pulang Kamu kan punya rumah Kamu kan punya orang yang menunggumu pulang   Jangan main-main Apalagi mainnya jauh-jauh Ke tempat yang tidak seharusnya Dan lupa kalau punya tempat untuk pulang   Jangan main-main Penghuni itu tidak pernah bukakan pintu Karena dia tak akan pernah menyambut pemain Karena dia tak akan …

Prose

Sampai di Lantai Tiga

Pintu lift tertutup sempurna, terkadang gerakannya yang amat terasa membuatku mual. Meski begitu aku merasa tidak memiliki pilihan, karena memang cuma itu akses untukku kembali ke lantai tiga. Untung hanya sampai lantai 3. Tak lama pintu besi itu terbuka, pria berperawakan tinggi, mungkin nyaris dua kali lipat dari tinggiku sibuk dengan ransel dan bungkusan di …

Prose

Distraksi

Entah itu ciptaanku atau memang benar keberadaanya yang mendadak membuat semua pertahananku nyaris runtuh. Atau memang sudah runtuh, malam ini. Kelopak mata lupa bagaimana cara menutup dengan sempurna Isi kepala seakan siap untuk tumpah ruah entah kemana. Isi dada bergejolak minta dibebaskan entah dari apa. Ada penjahat di dalam sana yang mengoyak ketenangan duniaku yang …

Prose

Menjadi Sebuah Kesalahan

Sebuah kesalahan, ketika waktu sudah tidak lagi berjalan sesuai dengan aturannya. Ketika waktu dipergunakan untuk memikirkan anda yang bahkan belum tentu sempat memikirkan saya kembali. Sebuah kesalahan yang nyatanya saya nikmati, tanpa saya sesali. Meski waktu sepertinya tengah mengutuk saya karena tidak lagi mempergunakannya dengan baik. Menunggu pesan anda sampai atau sekedar menunggu anda membagikan …

Prose

Ibu Membaca Koran

Hari itu kereta senggang, karena sedang hari kejepit dan banyak pekerja yang mengambil waktu libur karena ‘nanggung’ jadi aku cukup nyaman walau pulang pergi dengan kereta listrik yang biasanya penuhnya sampai pintu tak bisa ditutup. Sore itu langitnya sedang cantik, warna oranye kehitaman. Aku berdiri di sudut gerbong wanita dekat kursi prioritas. Stasiun Tanah Abang …

Prose

Aku Mati Sudah

Ingat kemarinĀ aku minta kamuĀ sepakat ciptakan titik? Tapi kamu pergi meninggalkanku dengan koma tanpa arti, tanpa makna, tanpa kamu. Hilang. Aku bingung, kenapa aku tidak sebegitu berani membuat titik tanpa sepakat denganmu? Kenapa aku seculun itu? Dan kini aku menjadi yang paling tersiksa karena menunggu kesepakatanmu. Bagaimana bisa kamu kembali setelah koma, dengan spasi yang kemudian …

Prose

Kamu, Luka

Pada Akhirnya, Kamu menjadi luka Meski telah kucipta doa   Pada akhirnya, Kamu menjadi tangis Yang bebas tertawa sambil mengiris   Pada akhirnya, Kamu fana   Pada akhirnya, Kamu hanya tokoh cerita

Prose

Kamu yang Hilang Sebelum Kugenggam

Hari itu aku melihatmu, kamu tersenyum begitu juga denganku. Ada rasa senang akhirnya bisa melihatmu setelah lama rentetan pesan itu menjadi resep rahasia mimpi indahku. Sore itu langitnya jingga, sinarnya terpantul di kulitmu yang coklat. Kita berbincang mengenai hal-hal yang kita sukai, tentang bukumu yang kelas berat, dan bukuku yang menye menye, katamu. Guyonanku cuma …

Prose

Ngalor Ngidulmu

Ngalor ngidul itu Mungkin sudah menjelma Menjadi hal yang tak lagi Mengudara di hatimu   Aku membaca waktumu Aku meringkas dan mencoba Mengajak mencipta titik Namun kau enggan   Koma-mu terlalu panjang Koma-mu penuh tanya Koma-mu seakan memaksa Memaksa titikku untuk tercipta   -Peka Aksara