Entah itu ciptaanku atau memang benar keberadaanya yang mendadak membuat semua pertahananku nyaris runtuh. Atau memang sudah runtuh, malam ini.

Kelopak mata lupa bagaimana cara menutup dengan sempurna

Isi kepala seakan siap untuk tumpah ruah entah kemana.

Isi dada bergejolak minta dibebaskan entah dari apa.

Ada penjahat di dalam sana yang mengoyak ketenangan duniaku yang tadinya baik-baik saja

Ada penjahat yang hanya dengan bayangnya mampu memporak-porandakan nyaris sistem kerja dari semua tubuh yang sudah susah payah untuk dipertahankan.

Datangnya tidak lama, perginya cepat. Semua seperti gambaran dunia yang runtuh dari keindahan yang dulu pernah dibangun mati-matian.

Ingin muntah, entah untuk memuntahkan apa?

Terperangkap dalam ruang yang entah akan berakhir kapan?

Mencoba kembali ke nyata namun rasanya sia-sia.

Aku, lupa tenang.