Gengsinya anak sekarang untuk mengucapkan hari Ibu itu lumayan besar, meski sejatinya rasa sayang dan cinta itu meluap-luap dalam hati.

Memang, ketika kita jatuh hati, akan ada kondisi sulit dimana kita malah jadi susah mengungkapkan perasaan kita sendiri. Aku yakin, kalian yang memutuskan ndak mengucapkan bukan karena ndak sayang, mungkin lebih kepada ‘bingung’ untuk mengutarakan.

Betul kan?

Aku juga gitu soalnya.

Tapi, selagi kita memang memperlakukan kedua orang kita dengan baik, terutama kepada Ibu InsyaAllah sang Ibu pun tau kalau kita itu sebenar-benarnya jatuh cinta.

Misal, kalau Ibu sedang melamun, Ibu sedang sakit, Ibu sedang kelelahan kita sebagai anak siaga untuk membantu dan menemani itu sudah lebih dari sekedar ungkapan cinta.

Rasulullah pun mengajarkan kita untuk menjadi anak yang berbakti, karena nantinya bukan hanya orang tua yang senang, Allah SWT pun juga pasti makin sayang.

Berbakti, berbakti dan berbakti. Ndak apa jika sulit mengutarakan selama kita terus berusaha untuk berbakti dan menyayangi kedua orang tua kita.

Mamahku pernah marah-marah dan bilang, “Selama kalian nurut sama Mamah, itu udah lebih dari cukup. Mamah ndak pernah muluk muluk minta ini itu, kalian denger Mamah aja, Mamah udah seneng banget,”

Jadi, bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Berbincang dengan ibu setiap selesai aktifitas diluar, atau buatkan ibu minum, masak sesekali, menyelesaikan pekerjaan rumah.

Kalau bisa kurangi bermain gadget di depan ibu, karena percayalah Ibu lebih senang menghabiskan waktunya dengan kita, meski hanya ketika berbincang tentang sinetron yang sedang disaksikan.

Untuk semua wanita Indonesia, selamat hari ibu ya!